Senin, 21 Januari 2013

Sejarah Kesehatan Masyarakat




Sejarah Kesehatan Masyarakat
Sejarah kesehatan masyarakat adalah sebuah pencarian efektif untuk mengontrol kesehatan dan pencegahan terhadap penyakit. Epidemi dan penyakit menular endemik merangsang pemikiran dan inovasi dalam mencegah penyakit secara pragmatis, bahkan sebelum penyebabnya ditemukan secara ilmiah. Pencegahan penyakit dalam populasi
Dalam Era Dunia Kuno
Perkembangan dari dunia pertanian menumbuhkan populasi yang tidak dapat terhindar dari perburuan, merangsang organisasi masyarakat yang lebih kompleks untuk berbagi dalam produksi dan sistem irigasi. Pembagian kerja, perdagangan, perniagaan dan pemerintahan yang terkait dengan pengembangan masyarakat perkotaan. Pertumbuhan populasi dan pergaulan hidup meningkatkan standar kehidupan tetapi juga menciptakan bahaya baru bagi kesehatan termasuk penyebaran penyakit. Tantangan tersebut memerlukan aksi masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit dan meningkatkan kelangsungan hidup.
Masyarakat Timur merupakan tempat kelahiran peradaban dunia. Tradisi empiris dan agama saling mempengaruhi satu sama lain. Takhayul dan perdukunan hidup berdampingan dengan pengetahuan akan obat-obatan herbal, kebidanan, perawatan luka dan patah tulang, dan trepanasi untuk menghapus roh jahat.
Periode Awal Medieval (Abad Kelima Sampai Abad Kesepuluh)
Kerajaan Barat mengintegrasi Kristen dan pagan budaya, penyakit dilihat sebagai hukuman atas dosa. Setan dan sihir dianggap penyebab dari suatu penyakit. Kesehatan dicapai dengan berdoa, penyesalan dan mengusir penyihir. Selanjutnya periode sejarah didominasi oleh kesehatan dan politik sekuler didominasi oleh feodalisme dan penghambaan.
Periode ini mempercayai takdir manusia adalah untuk menderita di Bumi dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik adalah surga. Ide pencegahan dipandang sebagai ikut campur akan kehendak  Tuhan. Biara adalah pusat pembelajaran untuk perawatan medis. Lembaga-lembaga memberikan perawatan dan dukungan kepada masyarakat miskin, serta  upaya mengatasi epidemik dan penyakit endemic.
Sebagian besar penduduk pedesaan abad pertengahan Eropa miskin akan nutrisi, pendidikan, tempat tinggal, sanitasi dan kondisi yang sehat. Penyakit endemik dan epidemik  menyebabkan tingginya angka kematian pada bayi, anak dan orang dewasa.
Antara abad ketujuh sampai sepuluh, obat muslim berkembang di bawah pemerintahan islam terutama di Persia, Baghdad dan Kairo. Rhazes dan Ibn Sinna menambahkan keterampilan klinis yang dikembangkan di berbagai akademi medis dan rumah sakit. Cordova medical academy adalah pusat pengetahuan medis, akademi ini membantu mengembangkan pemikiran medis Eropa dan awal dari ilmu kedokteran barat dalam anatomi, fisiologi dan penggambaran dari kedokteran klinis.
Periode Akhir Medieval (Abad Kesebelas Sampai Abad Lima Belas)
Pada abad pertengahan awal, sebagian besar dokter di Eropa adalah biarawan, dan literature medis disusun dari sumber-sumber kuno. Perang salib menjadikan Eropa ke dalam konsep medis Arab. The Hospitaller, sebuah ordo religious dari kalangan ksatria, mengembangkan rumah sakit di Rhodes, Malta, dan London untuk melayani peziarah dan tentara salib. Muslim memiliki rumah sakit seperti Al-mansour di Kairo, sebagai layanan yang disediakan oleh pemerintah. Tumbuh kontak antara Tentara Salib dan Muslim melalui perang, penaklukkan, kohabitasi, dan perdagangan yang memperkenalkan kebudayaan Arab dan penyakit, dan merevisi pengetahuan kuno tentang obat-obatan dan kebersihan.
Di Eropa , penyakit kusta meluas di kalangan orang miskin., selama pertengahan usia mengikuti perang salib. Penyakit ini menyebabkan penderitaan yang besar dan masih ada sampai sekarang. Pengembangan antimikroba modern telah menyembuhkan jutaan kusta dan efeknya telah melumpuhkan dan mematikan sehinnga sebagian besar hanya tinggal sejarah.
Sebagai penghambaan dan feodalisme yang menurun di Eropa Barat, kota yang berkembang dengan ramai dan dengan kondisi yang tidak sehat. Pada abad kedua belas dan ketiga belas, terjadi ledakan kreativitas di Eropa, dengan penemuan-penemuan seperti kompas, jam mekanik, kincir air, kincir angina dan alat tenun. Kemajuan intelektual membuka pejalanan dari Marco polo dan tulisan Thomas Aquinas, Roger Bacon, dan Dante. Perdagangan, perniagaan, dan perjalanan mengalami perkembangan. Sekolah kedokteran didirikan di berbagai universitas pada abad pertengahan di Salerno, Italia.
Pertumbuhan memperburuk masalah kesehatan masyarakat di bidang komersial dan industri perkotaan yang memerlukan adanya solusi. Permasalahan tersebut seperti kepadatan penduduk, gizi dan sanitasi yang buruk, kurangnya sumber air dan penampung hujan yang memadai, jalan tak beraspal, perlindungan terhadap hewan yang ada di kota dan kurangnya pembuangan limbah yang terorganisir yang memungkinkan penyebaran penyakit meluas.
Perawatan medis sebagian besar masih cukup melegakan dengan sedikit sumber daya untuk dimanfaatkan. Obat tradisional masih bertahan di daerah pedesaan, namun dianggap sebagai ilmu sihir oleh Gereja. Dokter disediakan bagi mereka yang mampu membayar, tapi pengetahuan medis merupakan pencampuran dari pragmatisme, mistisisme, dan pengetahuan ilmiah.
The Black Death adalah akibat infeksi Yersinia pestis yang ditularkan oleh kutu pada tikus dibawa dari stepa tengah Asia ke Eropa dengan invasi Mongol, dan kemudian ditransmisikan melalui rute perdagangan luas di seluruh Eropa melalui laut dan darat. Penyakit ini pernah membantai Cina dan mengurangi separuh jumlah penduduknya. Meskipun upaya pada umumnya untuk mencegah penyakit dengan karantina dan isolasi dari yang sakit, penyakit tersebut telah mewabahi seluruh komunitas.
Serikat-serikat diselenggarakan untuk melindungi kepentingan ekonomi pedagang dan pengrajin terampil dalam mengembangkan dana bersama untuk memberikan bantuan keuangan dan manfaat lain bagi penyakit, kematian, janda dan anak yatim, dan perawatan medis, serta pemakaman bagi anggota keluarga mereka.
Pada abad keempat belas, Eropa diliputi oleh wabah, perang dan perpecahan antara masyarakat feodal. Hal ini memicu revolusi pertanian dan industri. Kurangnya tenaga kerja pertanian menumbuhkan inovasi di bidang pertanian. Pengembalaan yang dilakukan, mengurangi penyebaran penyakit diantara hewan, meningkatkan produktivitas sayur, meningkatnya peternakan domba yang menimbulkan pengembangan wol dan tekstil industri, pencarian sumber energi, industrialisasi, dan pasar internasional.
Pencerahan, Ilmu Dan Revolusi (1750-1830)
Pencerahan, masa dinamis sosial, ekonomi, dan pemikiran politik, memberikan dorongan yang baik untuk emansipasi dan laju kemajuan ilmu pengetahuan dan pertanian, teknologi, dan kekuatan industri. Memberikan perubahan di banyak bidang kehidupan yang dicontohkan oleh revolusi Amerika dan Prancis, bersama dengan teori ekonomi Adam Smith, yang mengembangkan politik dan hak-hak ekonomi individu.
Mikrobiologi Dan Imunologi
Ilya Ilyich Mechnikov di Rusia pada tahun 1883 menjelaskan tentang fagositosis, sebuah proses dimana sel darah putih yang ada di dalam darah menghancurkan bakteri dan bersama dengan proses peradangan, humoral, serta reaksi pada sel yang menghasilkan penghargaan nobel dengan Paul Elhrich. Penelitian lain mencari sifat dari bakteri dan imunologi yang memungkinkan darah dapat menghancurkan bakteri.
Roux dan Aleandre Emile Yersin mengungkapkan bahwa organisme menghasilkan racun atau toksin yang menyebabkan efek mematikan dari penyakit. Emile Behring juga mengembangkan imunisasi terhadap penyakit difteri pada manusia. Pada 1894, antitoksin difteri siap untuk penggunaan umum.
Isolasi dan identifikasi terhadap penyakit baru yang disebabkan oleh organisme berlangsung cepat dalam dekade terakhir. Loeffler mengembangkan vaksin untuk mengendalikan penyakit ini di berbagai belahan dunia. Antara 1876 dan 1898, banyak organisme penyakit baru yang memicu kemajuan dalam pengembangan vaksin.
Militer Obat
Tentara professional berkembang sejalan dengan peradaban perkotaan dan dunia kuno dari sekitar 4000 tahun SM. Sejak konflik organisasi dimulai, tentara harus dapat menjaga kesehatannya serta pengobatan terhadap lukanya. Sebagai tentara dan senjata yang menjadi semakin kuat, kepedulian terhadap penyakit dan pengobatan menjadi lebih kompleks. Kedokteran militer menyempurnakan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani luka di medan perang dan mencegah kematian. Banyak penemuan medis yang telah berkembang dalam kedokteran militer, termasuk operasi, vaksinasi, antibiotik, nutrisi, dan lainnya. Kekaisaran Romawi telah mengembangkan kedokteran militer sebagai tentara yang professional yang dikenal oleh masyarakat dunia.
Jean Henri Dunant, pengusaha muda swiss, tiba di Solferino, Italia, pada malam pertempuran antara Perancis-Sardinia melawan Austria. Banyak tentara yang terluka, sekarat, dan tewas dalam medan perang ini, dengan sedikitnya perawatan yang diberikan. Dunant mengambil inisiatif untuk meminta relawan dari penduduk setempat, terutama perempuan dan anak perempuan untuk memberikan bantuan kepada para tentara yang terluka dan sakit. Ia memberikan bahan dan fasilitas seperti rumah sakit darurat, serta menyediakan perawatan tanpa memandang afiliasi mereka.
Dunant menerbitkan sebuah buku tentang pengalamannya, A Memory of Solferino, setelah kembali ke Jenewa. Karyanya menyebabkan Konvensi Jenewa pertama dalam pengobata warga sipil dan tawanan perang, diikuti oleh yayasan International Committee of The Red Cross tahun 1863 dan kini telah diratifikasi oleh 194 negara.
Perang Krimea adalah bencana medis bagi Tentara Inggris dengan mortalitas/ kematian yang lebih tinggi akibat penyakit daripada pertempuran yang terjadi. Hal ini disebabkan oleh pengaturan sanitasi, pasokan dan pelayanan yang buruk. Nightingale dengan 18 perawat terlatihnya, memperkenalkan standar dasar kebersihan, gizi dan sanitasi, serta administrasi di rumah sakit militer Inggris. Dengan upayanya ini, mampu mengurangi 2 persen angka kematian yang ada di rumah sakit Scutari pada akhir perang. Karyanya memberikan sumbangsih besar dalam pengetahuan dan praktek organisasi serta manajemen rumah sakit.
Dalam Perang Dunia I, penyakit influenza menewaskan sekitar 20 juta orang. Flu Spanyol pandemic ini berlangsung dari tahun 1918-1919. Telah diperkirakan 50 sampai 1000 juta orang meninggal dalam pandemik ini, dan digambarkan sebagai “holocaust medis terbesar dalam sejarah” dan mungkin telah banyak membunuh orang sama seperti Black Death. Perang Dunia I juga tempat mewabahnya kutu-borne tifus yang mengikuti perang dan revolusi Rusia.
Pada Perang Dunia II, obat sulfa, anti-malaria, dan antibiotik telah memberikan kontribusi yang besar untuk perang sekutu dan perawatan kesehatan umum serta menjaga kesehatan populasi. Pembelajaran mengajarkan dalam perang untuk melindungi prajurit dari penyakit dan pengobatan terhadap luka bakar, luka kecelakaan, amputasi, kelelahan saat pertempuran, dan trauma, kembali pada sistem kesehatan sipil. Banyak teknologi medis modern yang pertama kali dikembangkan untuk atau diuji oleh militer.
Deklarasi Internasional Hak Asasi Manusia dan Deklarasi Helsinki telah membentuk standar baru bagi etika kedokteran dan penelitian, dengan implikasi yang penting untuk kesehatan masyarakat. Lembaga kesehatan masyarakat internasional dan nasional, mempunyai tanggung jawab untuk pencegahan dari beberapa tragedi yang terjadi pada abad kedua puluh apabila terulang kembali, mungkin pada skala yang lebih besar di abad kedua puluh dengan penyebaran potensi bahan kimia, biologi, dan berpotensi untuk terorisme nuklir.

0 komentar:

alipoetry © 2008 Por *Templates para Você*