Jumat, 07 Oktober 2011

“KITA SAHABAT”



“KITA SAHABAT”

“Mentari tak selamanya menyinari, dunia tak selamanya memperdulikan, kekasih tak selamanya mencintai tetapi seorang sahabat akan selalu bersama. Persahabatan itu ibarat sebuah rumah, tak perlu mewah dan tak perlu kaya  tetapi di dalamnya ada rasa pengertian, perhatian  kepercayaan dan kasih sayang”.

Sahabatku… Pernah kita mengatakan “seberat apapun masalah kita, sekelam apapun beban hidup kita jangan pernah berlari darinya ataupun bersembunyi agar kita tak akan bertemu dengannya atau agar kita bisa menghindar darinya. Karena seperti yang pernah kita katakan dalam mimpi-mimpi kita, seberapa jauhpun kita berlari dan sedalam apapun kita bersembunyi dia pasti akan menemui kita dalam sebuah episode kehidupanmu kita”. Alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang dan mempersilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati dan mengkilapnya lantai nurani kita dan menghadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi kemudian mengajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran ditambah sedikit penganan keteguhan persahabatan kita. dengan begitu sepulangnya ia dari rumah kita maka akan kita dapati diri menjadi sosok yang tegar dalam semua keadaan  dan kita-pun akan mampu dan lebih berani untuk melewati lagi deraan kehidupan dan yakinlah sahabat. Kita-pun akan semakin bisa bertahan kala badai cobaan itu menghantam.
Sahabatku… Pernah pula kita mengatakan “Mentari tak selamanya menyinari, dunia tak selamanya memperdulikan, kekasih tak selamanya mencintai tetapi seorang sahabat akan selalu bersama. Persahabatan itu ibarat sebuah rumah, tak perlu mewah dan tak perlu kaya  tetapi di dalamnya ada rasa pengertian, perhatian  kepercayaan dan kasih sayang”. Sahabat dengarkan aku jika esok ku bahagia tersenyumlah untukku, jika esok ku bersalah maka nasihatilah aku,  jika esok ku sakit maka ku mohon berdo’alah untukku, jika ku sedang merasakan sebuah kepedihan maka bantulah aku tersenyum kembali, jika kita lama tak bertemu rindukanlah aku, Saat kita berpisah ku harap kau selalu mengingat dan menganggapku  sebagai sahabatmu sampai kapan-pun.
Sahabatku… Kali ini bolehlah aku mencoba menceritakan apa yang ada dalam pikiranku tentang-mu melalui untaian kata-kata ini. Sahabatku, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku adalah sahabatmu, meski kita tak lagi berada dalam satu ruang yang sama dan beberapa kesibukan mencoba tuk selalu memisahkan kita namun meski kukatakan padamu, “Teruslah berjuang untuk keluargamu, mereka adalah tanggung jawabmu.”. sahabatku, saat ini adalah saat terindah dalam hidup kita, banyak orang yang mengatakan bahwa di hari jumat adalah hari raya bagi umat Islam selain hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Dan di hari jumat ini-pun yang merupakan hari lahirku dan hari dimana perjumpaan pertama kita sebagai seorang sahabat adalah hari jumat. Sahabatku, Perjuangan kita sebagai sahabat belumlah usai dan takan pernah berhenti sampai kapan-pun. Kehidupan terus berjalan, saat-saat bersama kita telah pergi dan kini kebahagiaannya tak pernah lepas dalam bayangan kita, kita yang selalu bersama menyusuri gulita malam dan menantang cahaya terang mentari bersama, Menyibaki sinar-sinar indah dari permata kehidupan. Kita sbagai sesosok elang yang tangguh, yang mampu terbang tinggi di angkasa dan menggantungkan mimpi-mimpi kita setinggi langit. Sehingga pernah kita ucapkan bersama “Bermimpilah setinggi langit sahabatku sehingga meskipun kita terjatuh kita masih bisa duduk diatas singgasana rembulan”. Sahabatku, Nasihatmu akan selalu kuingat, kau pernah mengatakan “Menulis itu kebiasaan, Ia akan selalu ada ketika kita menyenanginya,  menulis adalah aktivitas harian, meski kini bunga telah diam namun dalam diam ada bahasa”. Terimakasih sahabatku, aku percaya meski saat ini kebersamaan kita telah terpisah jauh namun aku yakin dalam hati kita masih tercatat kata “sahabat” dalam diam kita yang terpisah oleh kesibukan kita, aku yakin dalam hati kita masih terus berbicara “kita adalah sahabat”. Semangat berjuang sahabatku.
Sahabat… Telah kau daki gunung kemerdekaan, telah pula kau arungi samudera kehidupan yang luas menuju sinar harapan dari indahnya cahaya permata kehidupan masa depan menuju kebahagian yang sering kita gambarkan berupa keindahan yang sering kita katakan bersama bahwa “keindahan adalah disaat kita mampu merasakan dan memahami semua rasa yang tertulis dalam pemikiran kita yang luas dan yang tak mampu terbayar oleh segunung emas, setumpuk intan permata yang ada di dasar jurang atau berjuta berlian yang terhampar di lautan dan samudera”. Sahabat, relung waktu telah lalu, rindu hati ingin bertemu telah menghiasi malam-ku, meski surya telah berlalu dirimu masih ku tunggu dalam paruh waktu-ku. Sahabat, Aku memuja seraya berdoa pada Tuhan pemilik kisah persahabatan kita semoga kesehatan dan keberkahan tetap menyertaimu di perjalanan perjuanganmu, bersama Kuasa-Nya kau akan bahagia. Sahabat, ketika bergeming sahutan gema adzan berkumandang kau-lah yang membimbing langkah-ku Ke Surau kecil tempat kita mengadu dan bersujud kepada-Nya. Hingga raga ini tenang dan Sukma melemah jiwa berserah tak tahu arah, dan dengan uluran tanganmu meraih kelemahanku, terhentilah detak jantungku sejenak merasakan kasih yang begitu kuat kau selimutkan untukku. Sahabat, kau telah ikatkan cinta persaudaraan dan telah kau tebarkan kasih mengisi celah darah berawal dari ventrikel dalam jantungku lalu kau alirkan memenuhi segala lubuk aliran darah kehidupanku. Sahabat, kau lukisan kata yang selalu ku ingat tepat pada hembusan angin yang beratap perhiasan duniawi, hingga setiap kali ku menatap keindahan alam ini aku selalu mengenangmu. Sahabat sungguh kau telah menjadi makna terbaik dalam hidupku. Membuatku selalu mengingat akan Kekuasaan Tuhan Yang Maha Akbar.


KITA SAHABAT
Cahaya rembulan begitu syahdu…
Kubayangkan kau selalu berada di sisiku sahabat…
Memetik cahaya bersama…
Mendawaikan lagu kerinduan…
Kita yang mengalir terus seirama…
Bagai irama detak ventrikel jantungku…
Dawainya adalah ombak yang tak pernah heti…
Memperjelas rasa kerinduan kita…

Alam ini begitu indah sahabat…
Namun tatap matamu akan menambah keindahan ketika kita menatap alam bersama…
Aku bisa melihat keindahanmu melalui alam…
Mungkin kau pernah titipkan sorot matamu pada rembulan…
Mungkin kau pernah titipkan hatimu pada kesejukan embun…
Mungkin kau pernah titipkan bibirmu pada mawar hijau…
Maka rindukupun kusampaikan pada alam…

Seandainya pertemuan menjadikan hari indah…
Pertemuan yang di penuhi kerinduanlah yang membuatnya  semakin indah…
Aku rindu padamu sahabat…
Karena suaramu bagai melodi yang menghangatkan sepiku…
Karena suaramu selalu memenuhi ruang sunyi hatiku…

Sahabat…
Melalui kerinduan ini…
Percakapan kita yang tanpa suara…
Namun aku yakin, dihatimu masih kau katakana “kita sahabat”…

Lye_

0 komentar:

alipoetry © 2008 Por *Templates para Você*