Senin, 25 Februari 2013

Love Story In Harvard




Love Story In Harvard

Bagi para  pencinta film, khususnya film korea mungkin ketika melihat sebuah judul di atas akan merasa akrab, karena memang judul di atas penulis ambil dari sebuah judul salah satu drama film korea yang kisahnya penuh dengan perjuangan, baik itu sebuah perjuangan dalam pendidikan, kesehatan, atau bahkan percintaan yang setiap saat bisa hadir dalam sebuah kehidupan.
Maaf ini bukan demam korea ya… Melalui sebuah catatan yang sederhana ini penulis hanya berusaha berbagi cerita dengan yang pernah penulis lihat dan saksikan dari cerita yang cukup mengesankan jika kita mampu menyaksikannya dengan pikiran yang jernih dan selalu berusaha mengambil sisi positif dan berusaha pula menjauhkan sisi negatifnya. Sebelum menceritakan semuanya, penulis menyadari betul apa yang akan penulis sampaikan ini tidaklah akan sempurna layaknya apa yang telah disampaikan oleh sebuah drama korea yang berjudul Love Story In Harvad yang sudah penulis saksikan, oleh karena itu jika ada sebuah kesalahan pemahaman atau kehilafan dari penulis maka permintaan maaf adalah satu kata yang penting di awal penulisan ini.
Baiklah, tidak perlu terlalu banyak basa-basi ya.., Love Story In Harvard memang bukanlah sebuah Film baru. Namun jujur, penulis baru menyaksikan film drama ini pertama kali pada saat penyusunan skripsi, kira-kira di awal tahun 2012-an. Dan salah satunya selain dari pada ingin memperoleh Kunci Syurga dari film tersebut juga penulis mendapatkan inspirasi dan semangat dalam mengerjakan skripsi hingga selesai. Ya meskipun menggunakan translate bahasa inggris itung-itung belajar bahasa inggris aja sih.. ckckckck…
Memang banyak sekali sebuah film atau drama dalam sebuah perfilm-an yang menceritakan sebuah semangat perjuangan dalam sebuah kehidupan. Baik itu tentang perjuangan dalam pendidikan atau pun cinta. Namun, secara kebetulan film Love Story In Harvard inilah yang penulis dapatkan. Dan secara kebetulan pula drama ini memiliki sebuah latar belakang pendidikan Hukum yang membuat penulis lebih tertarik melihatnya daripada drama korea lainnya. Dan inilah satu-satunya drama korea yang penulis lihat dari awal sampai akhir kisahnya dan sekaligus satu-satunya drama korea yang penulis lihat hehehe… Tidak hanya itu, film inilah yang menemani setiap saat semangat penulis menurun mengerjakan skripsi dan mampu mengembalikan semangat untuk mengerjakan skripsi, bahkan beberapa jam sebelum sidang skripsi film ini sempat penulis liat untuk menambah motivasi dan semangat ketika sidang skripsi.
Percaya deh… Kisah dalam sebuah drama ini sangatlah menyentuh, apalagi bagi yang punya sifat melankolis,,, wah hati-hati ya nontonnya, entar tiba-tiba nangis lagi ckckckck…  Latar yang di buat pun terasa sangat istimewa. Siapa coba seorang mahasiswa atau siapapun yang mempunyai latarbelakang pendidikan tinggi yang tak pernah mendengar salah satu Universitas terkemuka di dunia, ya! Harvard University menjadi salah satu latar dalam drama ini, bukan bermaksud membanggakan secara berlebihan universitas yang berada di Boston Amerika ini. Namun dilihat dari sisi positifnya, university dengan segala sarana prasarana yang begitu hebat ini telah banyak menciptakan pakar-pakar dunia internasional. Saya rasa tidak perlu penulis sebutkan satu persatu lulusannya, namun jika kita bandingkan dalam dunia nyata, satu saja tentang perpustakaan yang ada di universitas tersebut dengan perpustakaan yang ada di Indonesia. kita akan menemukan kesenjangan yang nyata. Betapa tidak, jika perpustakaan di Indonesia sebaik-baiknya mampu melayani sejak pukul 08:00 sampai pada jam 21:00, sedangkan di Harvard University mampu melayani selama 24 Jam. Maka tidak aneh jika mutu pendidikan mereka lebih unggul.
Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa begitu pentingnya dunia pendidikan sehingga siapapun yang benar-benar ingin mendapatkan kesuksesan dalam pendidikan maka harus bekerja keras untuk mengejar kesuksesan itu, orang yang mampu atau pun yang tidak mampu semuanya mempunyai hak dan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pendidikan, contoh kita lihat salah satu pemeran utama Pria yang di perankan oleh Kim Rae Won, ia memerankan Kim Hyun Woo yang notabene dalam film ini ia adalah seorang kaya raya yang kuliah di fakultas hukum  di Harvard University dan salah satu putra dari seorang Jaksa terkemuka di Negaranya Korea, namun dengan segala kesederhanaanya ia tidak menunjukan kekayaannya bahkan jika ia mau ia akan lebih mudah dekat dengan semua dosen yang ada di universitas tersebut, namun itu tidak ia lakukan, ia lebih memilih sebagai seorang biasa yang ingin memulai segalanya dari titik nol. ia berusaha mendapatkan simpati dengan kemampuannya dalam bidang pendidikan. Di pihak yang berbeda kita juga dapat menyaksikan pemeran wanita yang diperankan oleh Kim Tae Hee, wanita ini memerankan Soo In Lee yang notabene adalah seorang yang berasala keluarga yang sederhana atau bukan orang kaya namun mampu kuliah di fakultas kedokteran di Harvard University. Dengan latar belakang tidak mampu ini, itu tidak memadamkan semangatnya untuk menempuh pendidikan, bahkan Soo In Lee selain daripada kuliah ia juga bekerja di luar kampusnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tapi itu semua tidak membuat ia melupakan kewajiban utamanya sebagai seorang pelajar dalam sebuah kampus yang terkemuka. bahkan ia ingin menunjukan kalau ia itu mampu menyelesaikan studi dengan predikat yang baik dan dapat menyampaikan ilmunya pada kegiatan yang bermanfaat di dunia kesehatan.
Tidak hanya dalam sebuah pendidikan, di dalam kisah ini juga mengajarkan kepada kita betapa pentingnya untuk selalu menghargai sebuah pekerjaan, dan harus terus berupaya se-profesional mungkin dalam mengerjakan sebuah pekerjaan. Jangan hanya karena harta (uang/kekayaan), Tahta (Jabatan), dan Wanita (Cinta) pekerjaan menjadi hancur atau bahkan amanah yang kita tanggung menjadikan kita makhluk yang berdosa, Ini terlihat oleh salah satu peran pria lainnya yang memerankan sebagai Alex Hong. Ia menjadi salah contoh manusia yang tidak professional dalam sebuah pekerjaan. Hanya karena menginginkan harta, tahta dan terbutakan oleh cintanya kepada Soo In Lee, ia merusak dirinya dengan perbuatan-perbuatan yang tidak sesuai sesuai dengan kode etik dia sebagai seorang Lawyer atau pengacara. Hal ini berbeda jauh dengan perbuatan yang dikerjakan oleh Kim Hyun Woo yang meskipun dia adalah satu-satunya orang yang dicintai Soo In Lee dan sebaliknya sangat mencintainya, namun ia tak pernah menyelewengkan pekerjaannya sebagai Pengacara, Ia tetap berdiri di atas keadilan. Meskipun dicerita ini digambarkan bahwa ia sangat membutuhkan uang untuk mengobati Soo In Lee, namun itu tidak membuat ia bergantung pada orang tuanya yang kaya raya, ia pun tidak merubah Keteguhannya dalam kebenaran untuk membela rakyat miskin yang terenggut haknya oleh sebuah perusahaan besar milik orang asing yang notabene tidak akan memberikan harga yang tinggi ketika dia membantunya. Bahkan jika Kim Hyun woo mau melakukan pekerjaan yang sesuai diinginkan oleh perusahaan asing ia akan mendapatkan segalanya termasuk kesehatan orang yang paling dicintainya Soo In Lee. Namun itu tidak dilakukannya, baginya keadilan adalah keadilan, keadilan berdiri di atas pendidikan, pekerjaan dan bahkan cinta sekalipun.
Jika cerita ini saya paparkan secara keseluruhan saya pikir akan lebih dari pada 1.000 atau bahkan 10.000 lembar, namun pada intinya dalam drama ini yang dapat saya ambil adalah tentang perjuangan dengan cara yang baik dan benar dalam sebuah perjuangan pendidikan, pekerjaan, dan cinta itu sangatlah diperlukan. Kebaikan dan kebenaran di atas segala-galanya termasuk cinta.
Bagi yang menginginkan kisahnya secara lengkap silahkan download di http://i-movies4all.blogspot.com/2011/07/love-story-in-harvard.html ambil sisi positif yang ada di film itu ya, kalau yang negatifnya di buang aja ya… atau kalau ingin mengcopy file film nya silahkan datang ke rumah penulis yaaa… hehehe…

Work Hard In Your Studies, Job, And Life
And Have A Beautiful And
Romantic Love Sory

0 komentar:

alipoetry © 2008 Por *Templates para Você*