Sabtu, 20 November 2010

TENTANG HATI



TENTANG HATI
oleh Ali Poetry pada 12 November 2010 jam 11:20
TENTANG HATI

Berbicara “tentang hati”, akan sangat banyak bahasa dan perkataan yang akan menjadi bahan dialog kita, bagi seorang pedagang makanan, seorang dokter, bagi seorang penyair atau masing-masing dari kita akan berbeda ketika kita memperbincangkan tentang hati.

Yang ingin saya cetak miring “tentang hati” disini bukan sekedar hati sebagai bagian dari organ tubuh kita yang berfungsi menetralisir racun yang ada di dalam tubuh kita, tetapi lebih dari itu saya ingin mengatakan “hati sebagai tempat tersuci di dunia ini”. Izinkan saya yang tidak banyak perbendaharaan kata ini mengutip seorang penyair muda berbakat saudara kita, Rikha Aprilia.

Jika kita melukai hati manusia lainnya
Dosanya lebih besar daripada merusak sebuah tempat suci di dunia ini
Karena hati adalah sebuah kuil yang di tempatkan Tuhan di dalam diri setiap manusia
Sebuah kuil tuk menampung percikan Illahi di dalam diri kita
Kuil di dalam diri kita lebih berharga daripada kuil tersuci sekalipun di muka bumi
Jagalah lidah dan mulut kita
Agar tidak banyak orang yang sakit hati

Syair yang begitu indah itu seolah ingin mengatakan betapa pentingnya menjaga hati seseorang, betapa pentingnya menjaga tingkah laku dan tutur kata kita agar tidak menyakiti hati sebagai sumber perasaan dan kita sebut sebagai tempat tersuci itu.

Seandainya jika kita ingin menggambarkannya dalam alam pikiran kita, bisa kita bayangkan, ketika kita sengaja atau tidak sengaja telah merusak tempat-tempat suci di dunia ini, kita bisa saja membangunnya atau menggantinya dengan bentuk yang lebih indah. Akan tetapi, coba bayangkan ketika hati kita telah dilukai, bagaimana??? Saya rasa jawaban inipun akan sangat banyak berbeda.

Tetapi ingin saya kisahkan sebuah cerita tentang seorang pemuda dan pemudi yang membangun kisah cinta dalam kehidupannya, seorang perempuan ini telah sepenuh hati memberikan rasa kasih sayang kepada kekasihnya, sampai-sampai ia hanya mencita-citakan hanya dengan pria pujaannyalah ia hidup dari alam dunia sampai syurgawi nanti. Tetapi apa yang terjadi, pria pujaan hatinya telah melupakan janji setianya, pria itu telah tergoda entah karena harta, tahta atau karena sesuatu yang lainnya yang jelas ia telah mengkhianati janji setianya. Pria itu telah menikah dengan wanita lain, bayangkan seperti apa hati seorang wanita yang telah dilukai hatinya sedangkan wanita itu telah mencintai si pria itu dengan sepenuh hati. Saya tak ingin menjelaskan bagaimana keadaan hati seorang wanita yang telah dilukai hatinya tersebut. Akan tetapi yang menjadi pertanyaan saya bagaimana seoran pria itu akan memperbaiki hati yang telah ia lukai sedang ia telah bahagia bersama dengan wanita lain tak memikirkan “tentang hati yang ia lukai”. (kisah itupun bisa dibalik seorang pria yang di lukai hatinya).

Sekali lagi, saya hanya mampu mengatakan “jagalah hati seseorang karena hati adalah tempat tersuci di dunia ini”.

09:34, Pondok Mungil
04 November 2010
Lye



jagalah hati.......

0 komentar:

alipoetry © 2008 Por *Templates para Você*