Kamis, 05 Maret 2020

BUMI KITA




BUMI KITA
(ditulis untuk mengenang jasa bumi pada manusia)
Dia-lah yang menciptakan segala yang ada di bumi untuk kalian, kemudian ia berkehendak pula menciptakan langit, maka Dia menjadikannya tujuh lapis. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al Qur'an, 2:29)

Sungguh kita telah  tercipta sebagai khalifah di Bumi ini, untuk saling ber-interaksi, untuk saling mencinta, untuk saling menumbuhkan semangat, untuk saling berbagi kebaikan dan yang jelas kita tercipta untuk untuk saling berbagi kasih sayang yang tulus yang suci dan sebening embun pagi. Dan semua itu tidak hanya dilakukan diantara kita sesama manusia melainkan kita sebagai Manusia juga dengan Bumi yang merupakan bagian dari alam semesta. "Sedikit ungkapan Bumi yang terekam dalam pita  khayalanku".
Banyak versi terciptanya Bumi dan alam semesta ini. Pertama, teori big bang yang mengatakan alam semesta ini terbentuk dari benturan antara dua planet besar, sehingga membentuk benda-benda angkasa seperti planet-planet, bintang, dan benda langit lainnya. Kemudian dari benda langit yang saling berdekatan membentuk kelompok sendiri-sendiri dengan berputar sesuai orbitnya mengelilingi pusat kelompok tersebut. Kedua, teori kabut yang mengatakan bahwa Bumi dan benda angkasa lainnya terbentuk dari kabut yang berkondensasi (memadat) yang kemudian berkelompok dan mengorbit terhadap pusat dari kelompok tersebut. Dan apapun teori terciptanya Bumi ini yang jelas di hari Bumi dan kebetulan sekali dihari Jumat yang Indah ini mari kita merenungi nasib Bumi ini, Bumi kita.
Apa sih Bumi itu ? Bumi adalah benda langit yang termasuk ke dalam tata surya dan diliputi oleh gas oksigen sebagai zat penting kehidupan makhluk di Bumi. Bumi juga dilapisi oleh ozon yang terdapat pada lapisan stratosfer, sehingga radiasi matahari tidak langsung memanggang permukaan Bumi. Bumi yang mempuyai diameter sekitar 12.000 km ini telah menjadi pijakan Manusia semenjak ratusan ribu tahun. Dari tahun ke tahun "Manusia" menggali dan mencipta sesuatu yang terkandung dari Bumi ini, entah sampai berapa milyar meter metrik perut Bumi di eksploitasi hingga sampai saat ini. Eksploitasi Bumi secara radikal bermula dari revolusi industri pada abad 18-an, dimana telah ditemukannya berbagai teknologi yang mesti memerlukan energi untuk menjalankan aktifitas tersebut. Akibatnya banyak aktifitas penggalian secara membabi-buta telah merusak ekosistem dunia. Paham materialis yang berkembang saat itupun secara tidak langsung ikut berpengaruh terhadap kebijakan-kebijakan “Manusia”. Menurut pandangan mereka bahwa Manusia adalah subjek dari alam ini dan berhak seutuhnya untuk mengatur alam, padahal harus kita cermati juga, kita sebagai Manusia pun merupakan bagian daripada alam . jika kita mampu mencermatinya alam semesta sebagai realisasi rancangan pasti Ilmu Allah dalam ujud bangunan keseluruhan maupun bagian-bagian-nya baik berupa Manusia, berupa Bumi atau apapun atau sampai pada satuan-satuan perinciannya yang paling halus, molekulair, atomis, merupakan satu proses yang berlangsung diatas prinsip mizan (keseimbangan), yakni satu bentuk gerak yang merupakan unit kerja sama erat nan harmonis, dimana tiap-tiap bagiannya mengarahkan gerak khususnya tertuju kepada gerak kesempurnaan.
Manusia sebagai mahluk Allah diciptakan dari unsure Bumi dan kepentingan hidupnya terikat dan takan lepas dari Bumi. Sebagai Mahluk biologis, tubuh Manusia merupakan satu unit yang tersusun atas lembaga tubuh yang berproses dengan "nervous system" (sistem syaraf) sebagai inti pusaran geraknya. Peran utama dalam proses hidup Manusia sebagi satu unit biologis dipegang atau diarahkan oleh nervous system yang berpusat pada "cerebrum" (otak besar), "cerebellum" (otak kecil) dan "medulla spinalis"(spinal cord, yaitu susunan sumsum tulang belakang), dimana jaringan-jaringannya menyerap keseluruh bagian tubuhnya sampai yang sehalus-halus-nya. Berkas syaraf yang fungsinya mengaktifkan dan mengontrol lembaga-lembaga tubuh yang berstatus otonom, seperti pada lembaga peredaran darah, lembaga pernafasan, lembaga pencernaan dan apa yang berlangsung dibawah control pusat syaraf, seperti susunan otot pada kaki dan tangan, namun kesemuanya tak pernah terputus hubungan dengan pusatnya. disamping berkas-berkas syaraf penggerak dan pengontrol lembaga-lembaga dan anggota tubuh, ada pula jaringan syaraf penyerap keseluruh bagian yaitu syaraf "traffic" sebagai pengontrol tertib "distribusi nutrisi" (pembagian makanan) dan syaraf sensorik sebagai penangkap kesan untuk dikirim kepusat melalui jaringan-jaringan syaraf komunikasi yang merupakan jalan-jalan ganda "vise verse" (melihat dan menangkap yaitu syaraf "afferent" (penyampai perintah dari pusat kebagian yang bersangkutan) dan syaraf-syaraf inilah yang menjadi penghubung antara pusat dengan alat peng-inderaan (mata, telinga, hidung, lidah, kulit), yang disebut juga panca indera.
Dan Proses inter-relasi (saling mengisi) antara pusat Nervous system dengan panca indera kita sebagai Manusia dalam hubungan lingkungan hidup Manusia, dinamakan proses kesadaran. Proses inilah yang menyebabkan manusia mempunyai "mental, kemampuan berfikir" dan merasa, menimbang, dan memutuskan dengan petuntjuk ilmu. Proses ini pula yang menyebabkan Manusia yang menjelma (penjelmaan) dari kulit bumi menjadi mahluk psycho social yaitu mahluk budaya yang peka dan memiliki kecintaan dan kasih sayang tidak hanya kepada sesama Manusia melainkan kepada bagian alam semesta lainnya termasuk Bumi.
Apabila kita tidak bisa menguasai sistem syaraf "nervous system"  kita untuk melakukan hal-hal yang baik pada alam semesta termasuk Bumi dan lebih mengedepankan ego atau sifat ”Manusia" yang terus mengeksploitasi perut bumi berdampak secara tidak langsung terhadap Bumi itu sendiri,  salah satu dampak yang sudah kita rasakan adalah seperti pemanasasn global atau global warming yang merupakan naiknya suhu Bumi karena berbagai aktivitas alam dan Manusia itu sendiri, terutama industrialisasi di Bumi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh salah satu badan di PBB mengatakan bahwa apabila pemanasan global terus berlangsung tanpa diikuti oleh penanganan yang maksimal, maka dalam beberapa ratus tahun ke depan es yang berada dikutub dan greenland akan mencair dan menaikan permukaan laut setinggi 40 m. Pada perjanjian Kyoto-Jepang tahun 1992 ditegaskan kepada seluruh Negara, terutama kepada negara maju untuk mengurangi efek rumah kaca sebesar 50 % pertahunnya. Tapi, Negara-negara yang memprakarsai perjanjian Kyoto pun tidak kuasa untuk mencegah pemanasan global itu sendiri, Seperti menekan Amerika serikat dan China untuk mematuhi peraturan tersebut. Bahkan pada perjanjian terkait pemanasan global pada tahun 2007 kemarin yang diadakan di Bali belum bisa menekan negara penghasil emisi karbon terbesar. 
Untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan marilah mulai saat ini kita memikirkan dan melaksanakan bagaimana kita harus merawat, mencintai, mengasihi dan menyayangi bumi, karena dia adalah kehidupan kita sendiri. Tanpa dia apalah kita. Kita adalah bagian daripadanya. 
Selamat hari Bumi (22, April 2011) semoga bumiku, bumimu, dan bumi kita selalu tetap mencintai kita.

Pencinta Bumi
Lye_alvan

0 komentar:

alipoetry © 2008 Por *Templates para Você*